Superparenting

Bagaimana menjadi Orangtua yang bermanfaat bagi Anak

NLP for Parenting #6 Cara Hebat Memikat Anak Makan

April 21st, 2008 by Adi Putera Widjaja

Bayangan indah dalam benak Nico di libur panjang lebaran kali ini yang rencananya bakal diisi dengan menonton koleksi DVD terbarunya buyar seketika. Penyebabnya adalah fakta bahwa pembantunya mudik, rumahnya yg tiba-tiba laku sesaat sebelum lebaran dan disusul dengan jadwal pindahan dan renovasi rumah baru yang tentu saja harus selesai sebelum kelahiran anak keduanya, istri yang sedang hamil tua plus Juniornya yang baru saja merayakan ulang tahun ke-2 nya, yang tentu saja sedang aktif-aktifnya.

Tiba-tiba saja Nico dituntut menambah perannya dari seorang Super Dad dan Super Husband dengan peran baru ‘Super Nanny’ karena mendadak jadi pengganti pengasuh membantu istrinya yang sedang hamil tua dalam mengasuh Si Junior, Super ‘Mandor’ dalam mengawasi tukang-tukangnya dan Super ‘Movers’ dalam mengemasi barang-barang pindahan dalam waktu sesingkat mungkin.

Yang seringkali membuatnya sakit kepala adalah bilamana tugas-tugas tersebut tiba-tiba membutuhkan tindakan segera di saat yang hampir bersamaan. Entah apa hikmah di balik semua ini buat seorang Nico yang tentu saja memiliki keterbatasannya sendiri.

Ada kalanya ia mesti berkejar-kejaran dengan si Junior untuk mandi sore, sementara istrinya minta tolong di dapur karena membutuhkan bantuannya mengangkat tabung gas dan menuang galon air minum. Baru saja dia selesai menyapukan tissue pembersih ke galon air minum, sekonyong-konyong sang kepala tukang muncul di depan pintu minta uang untuk membeli bahan bangunan, sementara uang kontan di tangan tidak mencukupi, sehingga ia harus bergegas ke ATM dahulu.

Atau, ketika sedang sibuk mengemasi barang-barang pindahan, tiba-tiba tukangnya menelepon memberitahukan bahwa ada saluran air yang tidak beres sehingga perlu membongkar ubin saat itu juga. Mau tak mau Nico mesti bergegas ke lokasi rumah baru mengecek masalah tersebut. Pada saat yang bersamaan istrinya sudah kelelahan karena membantunya mengemasi barang pindahan dan perlu beristirahat segera, sementara, waktu makan si Junior sudah tiba. Ini berarti mau tak mau, tugas Nico lah untuk menyuapi anaknya makan.

Kalau bagi sebagian besar orangtua, anak yang sulit dibujuk untuk tidur merupakan masalah besar, sebaliknya bagi Nico. Sebagai pekerja yang sering dikejar deadline, ia sudah terlatih menjadi seorang ‘Batman’. Tantangan terberat dan yang menjadi ‘Fear Factor’ Nico justru adalah ketika ia mesti menyuapi anaknya makan.

Anaknya sulit sekali membuka mulutnya untuk makan. Kadang kala tidak jelas siapa menyuapi siapa, karena seringkali anak berebut sendok dengan bapak. Butuh waktu lebih dari satu jam untuk menyelesaikan makan siang atau makan malamnya.

Hingga suatu saat, Nico tiba-tiba teringat dan menyadari bahwa pengasuh Junior selalu menggunakan dua buah sendok ketika menyuapi anaknya makan. Rupanya tanpa sadar Sang Pengasuh memanfaatkan kondisi trance Sang Anak yang bermain-main dengan sendok dan makanannya. Ketika anak yang sedang trance dengan permainannya, maka pengasuh relatif lebih mudah meminta anak membuka mulut dan melahap makanannya tanpa perlawanan.

Trance

Bagi masyarakat awam kata trance ini masih asing dan seringkali mereka tidak dapat membayangkan apa yang dimaksudkan. Karena bunyi yang terdengar adalah “Trans”. Yang terbayangkan oleh mereka adalah angkutan umum – transport atau lemak yang berbahaya bagi tubuh – lemak trans.

Padahal yang dimaksudkan dengan trance di sini adalah suatu kondisi atau keadaan ketika pikiran manusia terfokus pada suatu aktifitas atau kejadian. Misalkan saat anda fokus pada tontonan di televisi; suara keramaian di sekeliling mendadak menjadi tidak terdengar. Nyata-nyatanya, mungkin istri atau suami Anda sudah beberapa kali memanggil-manggil nama Anda.

Pada saat trance, pikiran sadar manusia yang menjadi penyaring informasi menjadi lumpuh sesaat; sehingga informasi-informasi masuk ke dalam pikiran relatif tanpa disaring. Jangan heran jika ibu-ibu yang menonton sinetron bisa ikutan menangis terbawa cerita, meskipun mereka tahu itu hanyalah sekdedar lakon belaka.

Atau bapak-bapak yang ikutan menendang meja ketika sedang seru-serunya mengikuti pertandingan bola di televisi, meskipun mereka tahu bahwa tindakan mereka tidak akan secara langsung membantu terciptanya sebuah gol.

Kondisi trance ini tidaklah mewakili atau menunjukan suatu gambaran yang sifatnya baik ataupun buruk. Melainkan hanyalah sebuah keadaan netral yang dapat saja digunakan untuk tujuan yang bermanfaat atau disalahgunakan untuk tujuan yang tidak bermanfaat.

Bagi pelaku kejahatan, kondisi trance ini dimanfaatkan untuk menghipnotis korban untuk melakukan tindakan yang telah diprogram untuk kepentingan pribadinya. Bagi Therapis, kondisi trance ini dimanfaatkan untuk menolong kliennya memecahkan masalahnya. Bagi para orangtua yang mengerti menggunakannya, keadaan ini dapat dijadikan alat untuk menanamkan nilai-nilai dan prilaku yang bermanfaat bagi anaknya.

Hasil penelitian menunjukan bahwa anak-anak lebih mudah masuk dalam keadaan trance dibandingkan dengan orang dewasa yang relatif membutuhkan waktu yang lebih panjang. Oleh sebab itu, Anda selaku orangtua perlu lebih berhati-hati terhadap segala tindakan ataupun ucapan di depan anak Anda. Karena apapun yang dilihat ataupun didengar oleh anak dalam keadaan trance, informasi tersebut akan masuk ke dalam pikiran anak dan menetap menjadi sebuah program yang kita tidak tahu kapan akan aktif bekerja.

Jika hanya sekedar meminta anak membuka mulut untuk disuapkan dengan makanan pada saatnya makan; mungkin hal ini tidak terlalu menjadi masalah. Bagaimana jika dalam keadaan trance anak mendengar dan menyaksikan orangtuanya berselisih pendapat?

Kisah dan Komentar Anda

Apakah anda memiliki pengalaman yang unik dalam mengasuh anak? Kirimkan kisah dan komentar Anda. Jika anda mencantumkan alamat email; saya akan mengirimkan artikel “Mengenali kondisi trance pada anak dan bagaimana memanfaatkannya”.

Posted in Parenting

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.